Senin, 16 April 2012

Coffee, susu hangat dan pelangi

seorang wanita berlari kehadapan seorang pria yang tak lain saat itu adalah kekasihnya, mereka berdua berbincang dibawah sebuah toko yang bersebelahan dengan sebuah barber shop. ternyata pria itu sehabis mencukur rambutnya untuk penampilan yang lebih keren agar sang pacarnya bisa menilai lebih baik dengan tampilannya sekarang.

(dulu) pria itu berambut sebahu dan terlihat berantakan dengan rambut gondrong, dia malu selalu dibilang seperti pengangguran oleh sang ibu dari wanita padahal dia hanya belum cocok untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari yang dikerjakannya sekarang yang hanya sebagai band cafe yang memiliki gaji tak cukup untuk membiayai 2 orang.

"hai lihat rambutku kini sudah tak gondrong lagi", saut sang pria

wanita tersebut terdiam dengan kaku melihat perubahan yang ada pada pria tersebut, dia tak menyangka pada pria yang dia kenal 4 tahun lalu yang dikenalkan oleh kawannya kini sudah sadar bahwa dia harus memotong rambutnya dan cepat cepat mencari pekerjaan yang layak untuk dia dan anak anaknya nanti.

"kenapa kamu diam? kamu kaget ?" 

tampa banyak kata wanita tersebut mengajak pria tersebut kesebuah cafe yang tak jauh dari toko yang bersebelahan dengan barber shop tadi, mereka terus melangkahkan kaki mereka dengan seirama kanan kiri kanan kiri dan terus berulang. diperjalanan mereka hanya terdiam melihat kedepan. sesekali mereka melihat seorang kakek dan nenek yang sudah jalan membungkuk dan saling menjaga agar mereka tidak jatuh sama lain. dan ada tukang pos yang sedang mengambil surat dari bis surat yang mungkin didalamnya terdapat surat cinta yang ingin dikirimkan dan mereka melihatnya penuh dengan kerinduan karena mereka sudah lagi tak surat menyurat setelah mereka mengenal handphone.

sesampainya mereka dicafe tersebut mereka duduk dan memesan, sang pria memesan coffe dan memesan susu hangat. belum ada perbincangan dari mereka hingga akhirnya pesanan mereka datang.

"kamu kenapa ngajak aku kesini ?" tanya sang pria

sang wanita terus terdiam menahan semua kata katanya dan meminum susu hangat yang dipesan. dan setelah meminum susu hangat tadi wanita menunjukan jari telunjuknya kearah dada pria dan kembali menunjukan jarinya ke arah dia tepat bagian dada. entah apa maksud dari wanita tersebut.

disaat semuanya terdiam, sang pria terus berbicara ngalor ngidul dan sesekali dia melontarkan gombalannya

"kamu tau gak kenapa aku pesan coffe, soalnya biar aku terus terbangun dan tetap bisa menjagamu didalam lelap tidurmu" pria tersebut tersenyum

wanita tersebut diam, dia mulai mengangkat cangkit susunya dan berkata

"kenapa aku pesen susu, supaya aku bisa menetralisirkan semua makna yang telah kau buat dalam coffe tersebut" 

sang pria diam, entah apa maksud dari wanita tersebut membalas gombalannya seperti itu. akhirnya wanita itu mengangkat pantatnya dari kursi yang dia duduki dan memberikan sebuah surat berwarna putih, lalu wanita itu meninggalkan pria tersebut dan sebelum meninggalkannya wanita tersebut berkata

"kamu suka pelangi ? sekarang kamu jangan suka pelangi lagi karena tak akan ada hujan yang akan menemanimu sekarang dan kau tak perlu menunggu hujan itu kembali"

setelah ditinggalkan oleh wanita tersebut, sang pria hanya terdiam melihat kekasihnya itu pergi dengan membuka pintu cafe tanpa kata sedikitpun dan mengejarnya sekalipun. dia hanya diam menahan kebinggungan yang terjadi hari ini yang tak biasa kekasihnya itu lakukan, karena selama 4 tahun mereka kenal pria itu tau kalau wanita tersebut memang gadis yang periang dan tak suka keseriusan. dengan penuh kebinggungan sang pria membaca surat yang diberikan, didalamnya hanya ada 1 kalimat dengan tulisan berwarna merah.


"ini hari terakhirku menemuimu, umurku hanya tinggal beberapa hari dan jika kau merindukanku datanglah kekuburanku"


-------------------------- 
Mantan kekasihmu,

Rabu, 04 April 2012

Tembok Toko Tua

yang aku ingat waktu itu kau memakai baju berwarna hitam.
dulu kau pernah berkata padaku kalau memang suka memakai dress berwarna hitam.
aku selalu tersenyum mendengar perkataanmu itu
dan kamu tersenyum membalas senyumku itu

kamu menghampiriku didepan toko tua yang telah tutup
hari itu kita berjanji untuk pergi berdua menonton sebuah film dibioskop.
"apa kamu sudah siap ?" dia bertanya manja padaku
aku sudah siap sebelum aku mengenal dirimu lebih dulu.

*dia tersenyum*

aku memang terlihat kaku, dengan memasukan tangganku disaku
dia terlihat merayu dengan wajah yang mendayu dayu.

lalu aku tuliskan namaku dan dia ditembok toko tua itu.
"untuk apa kau menulis nama kita ?" dia penuh penasaran bertanya.
dan kujawab jika kita tua dan hidup masing masing nanti.
kamu melewati toko tua ini dan melihat nama kita
yang kuharap adalah kamu ingat hari ini dan bisa menceritakan kepada anakmu walau aku bukan ayahnya

Selasa, 03 April 2012

Untukmu Penulis Tweets

Hari ulang tahun untukmu penulis tweets

semenjak umurmu 17 lalu mungkin kau tidak lagi merasakan bagaimana rasanya hari ulang tahunmu dirayakan.
mungkin kau merasa rindu hari itu dimana kau disiram dan dia yang menyiramu tertawa lepas melihat dirimu basah kuyup.

sekarang kau sudah berkumis dan melihat sisa sisa bekas hadiah ulang tahun yang mungkin sudah beberapa tahun lalu tetap kau simpan ditempat yang kau anggap aman.

baru saja aku mendengar bahwa dia yang kau anggap berarti telah berlari kearah rindangnya pohon dan tidak menemanimu lagi dibawah rintikan hujan seperti dimana dulu kamu dan dia bermain air genangan hujan itu.

mungkin untuk hari ulang tahunmu nanti aku akan menyuruhmu ketempat yang semua orang tak pernah tau keberadaanmu dan melupakan sejenak bahwa hari itu adalah hari ulang tahunmu.

tanpa hadiah dan ucapan kau menatap kejendela dan melihat bulan. jangan pernah kau berharap ada seorang yang ingat hari ulang tahunmu, karena itu akan membuatmu semakin terbayang dengan sebuah gelas yang berisi sebuah sirup yang kau minum bergantian dengannya.

Senin, 19 Maret 2012

JU AL oh JU AL

semakin hari semakin kerasa kalau emang gue harus punya penghasilan lebih. gak kerasa makin hari makin banyak pengeluaran yang harus gue keluarin buat beli berbagai barang penting kaya softek, pempres, bra dll itu bikin gue makin stres dengan keadaan yang makin kritis dalam problem keuangan. gak tau deh harus gimana gue harus dapetin uang lebih, apa harus yang namanya nyari sepanjang jalan dari ujung ke ujung buat dapetin ratusan perak yang dibuang buang karena sekarang udah gak kepake.

emang sih 100 perak sekarang dapet apa, kalau dulu sih oke lah 100 bisa dapet permen 1 yang dimakan selama beberapa menit dan bisa ngawet pengeluaran.

dengan gagah berani, dan pasang muka membara bara gue yakin kalau gue harus bisa kumpulin yang lebih buat biayain kehidupan yang semakin hari semakin getir karena BBM naik dan gue gak terlalu pusing mikirinya karena gue masih setia mememakai nokie.

usaha pertama gue coba nyari uang dari yang namanya jadi penjual baju, ini bukan kerjaan yang hina. gue gak buka lapak dipasar pasar kok, gue cuma nawarin ke orang2 buat beli baju2 keren hasil produksi lokal, yah mungkin dalam segi kualitas memang jauh dari product luar tapi yakin kalau product lokal masih bisa berjaya dikalangan komunitas. gue mulai kabarin semua yang ada di kontak gue "mau beli baju gak, keren nih dijamin lo makin ganteng pake baju ini" dan alhasil orang orang jelek merasa gak terima kalau reputasi jeleknya berubah jadi ganteng *diarak orang jelek*.

awalnya pesimis buat lakuin usaha kaya gini, tapi alhasil ada beberapa orang yang tertarik dan dateng buat ngambil baju pesenannya. dia dateng dan nanya2 tentang semua baju yang gue jual :

"mas yakin nih kalau gue pake baju ini bisa makin ganteng "

"yakin, pasti deh" gue pasang muka meyakinkan

"ah masa sih mas" pembeli gak percaya

"coba deh lo pake, tar gue bisa liat perubahannya"

nah sipembeli ngelepas baju yang udah berlumut, karatan dan compang camping. dan dalam pikiran gue ini anak anjal (anak jalanan) apa anak pabrik yang bajunya ampe karatan gitu.

"mas gimana ganteng gak"

"AJE GILE... SUMPAH LO GANTENG BANGET UDAH KAYA ANDIKA KANGEN"

"ah si mas bisa aja nih, yaudah saya beli 1 mas"

gue makin binggung, ini orang dibilang andika malah merah merona mukanya, apa dia gak punya TV atau emang kurang pergaulan dengan sahabat kangen. tapi yang gue masih mikir keras itu nih orang dimana letak kegantengannya saat gue bilang ganteng. gue yang merasa jelek aja masih bisa nilai nih orang masih belum nambah kadar kegantengannya sedikitpun, tapi gpp yang penting lapak gue laku dan gue menjadi RECOMENDED SELLER *ting ting*

untuk pelangan pertama memang berhasil, dan gue ketemu pelangan kedua yang emang gue juga harus kasih service yang lebih untuk dia (gue bukan kasih service ++). untuk pelangan kedua dia beli tanpa basa basi dan membeli sekaligus 5 baju ke gue. gue mulai nanya ke dia ...

"mas buat apa beli banyak2 gitu"

"buat nanti dijual lagi kemas kalau mas stocknya udah abis" *seketika gue diem dengan kedua tangan didagu*

tapi bisa dibilang usaha ini bisa menguntungkan, dari setiap baju yang kejual bisa dapet 10rb-20rb. kalau gue bisa jual sampe 100 baju gue bisa hasil 2 juta. tapi gak berapa lama usaha ini digulung sama satpol pp. semakin hari semakin banyak anak2 yang pernah beli digue malah jadi ikutan jualan juga dan lapak gue semakin hari semakin sedikit pelangan.

tapi disini gue bangga, gue bisa jadi suri tauladan yang baik untuk para penjual cilik lainnya *benerin kerah*

Rabu, 14 Maret 2012

Dangdutan lagi dong mass

ngepost malem itu memang pilihan. pilihan karena gelap, udah pada tidur terus gak nyuruh angkat jemuran.
kalau malam tuh enak juga bisa buka baju dengan alesan panas terus buka celana dengan alasan pengen pipis terus peregangan urat deh *ups (yang terakhir cuma tambahan doang)

anjritt malem ini bener bener lagi demam dangdut gara si @NazatBourne, tiba tiba doi bilang "emang bener dangdut is the music of my country" dan gue hening awalya gak ada konser rhoma gak ada konser ayu ting ting tuh anak bilang begitu, mungkin efek kopi tadi yang diminum bareng gue. dia nyanyi sepengal pengal lirik2 dangdut tanpa full yah mungkin dia juga serada lupa dengan lirik lanjutannya apa mungkin malu buat lanjutinnya.

tarik terus mang

dari awal bahas dangdut doi kaya antusias banget buat buka forum dangdut malem ini, yah gue karena pecinta musik indonesia jadi ikutan aja buat nerusin pembahasan dangdut. awalnya sih ngobrol ngobrol biasa doang tapi malah lari ke twitter. dimulai deh dengan hastag #dangdutnostalgila dia masuk dan gue ikut nerusin apa yang dia buat. nah karena emang lupa tentang full lagunya jadi cuma lirik lirik yang emang jleb dan semua orang yang ditweet :



yah gue dalam hal beginian emang gak terlalu jago buat ngehafal lagu lagu lama tapi gue pernah yang namanya dengerin lagu lagu dangut waktu zaman bokap gue masih suka dengerin radio. 

inget gak waktu zamannya TV belum banyak siaran hiburan, kan mulai dari radio semuanya berasal. pokoknya kata @NazatBourne gue tuh tau lagu beginian dari radio yang masih kotak terus antenanya panjang, gak pake listrik masih pake batrei ukuran besar yang kalau udah abis cuma tinggal dipanasin diterik matahari biar keisi ulang. buat yang terakhir emang gue juga pernah lakuin, tapi gue ampe sekarang belum tau gimana tadinya batrei dikeringin dibawah sinar matahari bisa keisi lagi, mungkin matahari prihatin kali gak kebeli batrei baru jadi dikasih sedikit kekuatan. hahahahaa

 
BLOGGER TEMPLATES BY PEWE