Senin, 01 Februari 2016

Untukmu, Kipas Anginku

Teruntuk kamu yang selalu menyejukanku.

Satu kata untukmu, aku selalu butuh kamu.
Kamu yang selalu berada saat aku sedang butuh penyenjuk. Kamu yang selalu ada disaat aku diserang oleh mahluk yang menyakitkan dan kau yang selalu ada disaat aku butuh saat aku sedang berkeringat. Aku mencintaimu kipas angin kecil yang tak pernah pergi dari kamarku yang sempit ini. Kau setia dan tak pernah ingin pergi dari sini, saat aku kembali pulang dari rantauanku pun kau tetap disana, kau tidak takut akan hubungan jarak jauh. kau benar benar setia ada selalu bersamaku mulai dari pagi sampai malam dan esoknya pun selalu ada, jangan sampai kau pergi (rusak) karena aku mencintaimu.

Kadang aku berfikir untuk meninggalkanmu dan berpaling pada teknologi zaman sekarang yang mereka sebut air conditioner (AC), tapi dalam lubuk hatiku kau lebih setia dibandingkan dengan pacarku yang tiba tiba hilang entah kemana. Pada zaman ini, memang kau hanya pelengkap pada setiap rumah karena sudah di gantikan oleh air conditioner, tapi aku tetap mencintaimu hingga sekarang. Jikalau nanti aku mengantikanmu dengan air conditioner, aku tak akan pernah meninggalkanmu digudang belakang rumah, karena aku tau kau yang selalu ada disampingku saat aku kepanasan tak bisa tidur.

Terima kasih kipas angin kecilku, aku selalu mencintaimu.



Serang, 01 Februari 2016
- Eko Prasetyo W


Minggu, 31 Januari 2016

Kau yang sedang dalam pelukan

Teruntuk kamu yang sedang dalam pelukan.

Hai selamat hari minggu, hari yang cerah untuk menuliskan surat cinta ini untukmu/kamu/adinda yang sedang ada dalam pelukan saat ini. Terima kasih telah datang dan mengetuk hatiku sebanyak 3 kali dan mengucapkan salam, tidak seperti dia yang datang berteriak-teriak seperti anak kecil dengan hanya memanggil namaku saja dan tiba tiba pergi jika tidak disaut kembali.

Kau datang disaat yang tepat, datang disaat semua kenangan sudah habis terbakar menjadi abu dan tertiup angin, entah pergi kemana sekarang abu itu. Setelah habis terbakar, sekarang kau sedang asik membangun sebuah gubuk kecil didalam hati dan pikiranku, semoga dengan kesederhanaan ini kita bisa membangun sebuah tempat yang lebih indah dibanding gubuk kecil yang sedang kau bangun saat ini.

Tetap tersenyum, akupun dalam pelukanmu.

Serang, 31 January 2016
- Eko Prasetyo W

Kamis, 28 Januari 2016

Pergi kebulan


Apakah dibulan ada kehidupan ?
Apakah dibulan bisa kita tempati untuk hidup ?
Saya ingin ke bulan, berkenalan dengan para penghuni disana.
dan ada satu hal yang ingin saya tanyakan
"Apakah kalian mau menerima orang bumi tinggal disini ? dan merusak bulan kalian ?"

Minggu, 24 Januari 2016

Memikirkanmu

Saya sedang tidak memiliki mood untuk bekerja, makan, minum apalagi untuk memikirkanmu yang sedang dilanda badai asmara. Semua orang sudah tahu, kalau kau sedang menikmati masa-masa indah setelah usai masa kelammu kemarin. Semalam saya berfikir apakah ini akhir dari masa surammu ataukah ini awal dari masa surammu selanjutnya, semoga saja kau baik baik saja.

Kemarin lusa saya sempat datang menemuimu dan menanyakan apakah ada perkembangan ? dan kau jawab biasa saja tanpa meminta solusi, padahal kau sedang memiliki banyak masalah. walaupun saat itu kau bercerita tentang masalahmu, tapi maaf. saya sedang tidak memiliki mood untuk memikirkanmu. mungkin kita akan berjumpa kembali saat masalahmu telah usai, saya tak bisa membantumu.

Senin, 21 September 2015

TIBA TIBA DIA MENYAPAKU DENGAN KENCANG, TAPI SAAT AKU MENOLEH.

TERNYATA ORANG DIDEPANKU YANG DIA SAPA

((((KECOLONGAN))))

Selasa, 15 September 2015

Bualan Pagi

Jangan beritahu dia jika saya sedang diam diam memperhatikanya, jika sampai dia tahu mungkin dia akan mengirimkan pasukan dinosaurus atau pun monster-monster yang ada dalam serial power ranger untuk menyerang saya. Jangan sampai itu terjadi, karena saya belum mendapatkan kekuatan super besar untuk menjadi pahlawan seperti power ranger untuk membasmi itu semua.

Memperhatikan secara diam-diam memang menyenangkan bukan, kita bisa melihatnya tersenyum, melihatnya gembira, melihatnnya saat dia sedang manis dan manja. tapi sayang hanya melihat, tidak merasakan indahnya bersamanya. Sabar-Sabar-Sabar

Tapi bagi orang (munafik) seperti saya, melihatnya senang sekarang sudah cukup. Tunggu sampai saya pulang dan membawakan sebuah pulau yang nantinya akan saya berikan nama pulau tersebut sesuai dengan namanya, Jadi tunggu saja. jika itu tak kunjung tiba. maafkanlah saya karena hanya bisa membual dan lupakan apa yang pernah saya tulis dalam tulisan ini. mungkin ini hanya bercanda.
BLOGGER TEMPLATES BY PEWE